Call of Paper 2018: “Perkembangan Indonesia dan Turki”

I. Latar Belakang

Proklamator Indonesia, Ir. Soekarno, dalam berbagai kesempatan kerap memuji Turki yang telah mengubah dirinya dari negara teokratis otoriter menjadi negara demokrasi modern. Menurut Luthfi Assyaukanie dalam buku Ideologi Islam dan Utopia, Tiga Model Negara Demokrasi di Indonesia (2011), Soekarno bahkan merujuk rakyat Turki sebagai contoh Muslim yang dengan berani berpikir kritis tentang tradisi Islam. Mereka tak hanya menerima nasionalisme dan gagasan negara-bangsa, tapi mereka juga menerima nilai-nilai sekularisme. Soekarno, menurut Assyaukanie, memang memuji sekularisme Turki sebagai model bagus untuk negara-negara Muslim di seluruh dunia. Dia tidak setuju dengan pandangan bahwa sekularisme Turki telah menyingkirkan agama. Pandangan tersebut yang kemudian mewarnai pembentukan dasar-dasar negara Indonesia dan jalannya pemerintahan sejak proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945.
Hal demikian menunjukkan betapa besar pengaruh pengalaman Turki dalam bernegara dan berbangsa bagi Republik Indonesia. Tidak hanya itu, dari berbagai hal hingga saat ini, sangat jelas terlihat kemiripan antara Indonesia dan Turki tidak hanya dari faktor agama, sosial, budaya, bahkan juga faktor lainnya yang merupakan potensi untuk mengembangkan hubungan kedua negara ke arah yang lebih baik.
Oleh karena itu, Indonesia Turkey Research Community bekerjasama dengan Center for Democratization Studies (www.cedes.or.id) dan Penerbit Insignia Indonesia bermaksud menyusun sebuah buku yang akan diterbitkan untuk menampung berbagai ide dan informasi terkait perkembangan Indonesia dan Turki atau dunia global yang terhubung dengan keduanya dalam rentang waktu yang tidak terbatas dari berbagai sudut pandang keilmuan manapun.
II. Tata Cara Penulisan
1. Naskah yang dikirim merupakan karya ilmiah dan tidak mengandung unsur plagiarisme.
2. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris sepanjang 10-30 halaman kertas berukuran A4, jenis huruf Times New Roman, font 12, dan spasi 1,5; menggunakan istilah yang baku dan bahasa Indonesia yang baik serta benar.
3. Judul artikel harus spesifik dan lugas dengan maksimal 12 kata.
4. Cara pengacuan dan pengutipan menggunakan model catatan kaki (footnotes).

Kutipan Buku:
Nama penulis, judul buku, tempat penerbitan: nama penerbit, tahun terbit, halaman kutipan.
Kutipan Jurnal:
Nama penulis, “judul artikel”, nama jurnal, volume, nomor, bulan dan tahun, halaman kutipan.
Kutipan makalah/paper/orasi ilmiah:
Nama penulis, “judul makalah”, nama forum kegiatan, tempat kegiatan, tanggal kegiatan, halaman kutipan.
Kutipan internet/media online:
Nama penulis, “judul tulisan”, alamat portal (laman/media online), tanggal diakses/unduh.

5. Daftar Pustaka memuat daftar buku, jurnal, makalah/paper/orasi ilmiah, baik cetak maupun online yang dikutip dalam naskah, yang disusun secara alfabetis (a sampai z) dengan susunan: Nama penulis (mendahulukan nama keluarga/marga), tahun terbit, judul, tempat penerbitan, penerbit, dan informasi lainnya, seperti tanggal unduh bagi sumber internet/media online.
6. Naskah dalam bentuk file document (.doc) dikirim via email ke alamat email demokrasi@cedes.or.id disertai cv penulis paling lambat 31 Desember 2018.
7. Penyunting akan menyeleksi dan mengoreksi naskah yang masuk tanpa mengubah substansi. Naskah yang terpilih tidak mendapatkan honorarium.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *