Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah bagian yang tidak
terpisahkan dalam manajemen perlindungan tenaga kerja.
Memastikan terselenggaranya pekerjaan dengan didukung oleh
tenaga kerja yang sehat dan produktif yang pada gilirannya mampu
meningkatkan daya saing produk/jasa yang dihasilkan merupakan
tujuan utama K3.


Kenapa K3 menjadi penting dewasa ini? Nor Wijayanti mencoba
mengulas kegagalan penyelenggaraan K3 dengan meneliti pengaruh
pengetahuan, sikap pekerjaan dan alat pelindung diri (APD) terhadap
K3.


Penulis mencoba melakukan pendekatan yang berbeda dengan
mengungkap korelasi pengetahuan, sikap dan kesediaan APD
terhadap perilaku pekerja dalam hal ini melalui studi kasus di
STIKES Surya Global Yogyakarta. Setelah melakukan review atas
pelbagai metodologi yang berkembang saat ini, penulis
menunjukkan bagaimana pengetahuan, sikap dan ketersediaan APB
dapat memberikan hasil yang berbeda pada setiap praktik K3.
Studi kasus yang disajikan dengan analisa kritis akan membantu
para pembaca memahami K3 dan faktor yang mempengaruhi
pelaksanaan di organisasi. Hasil penelitian ini juga akan memberikan
manfaat bagi pembaca atau praktisi K3 lainnya untuk menentukan
strategi terbaik dalam penerapan K3. Di dalam lingkungan kerja
yang terus berubah dengan berbagai dinamikanya, optimalisasi K3
menjadi sebuah jawaban dalam upaya mewujudkan lingkungan kerja
yang humanis lagi produktif.